Penyebab Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Dan Sejarah Indonesia

kapal van der wijckKapal Van Der Wijck adalah nama sebuah kapal angkut penumpang dan barang yang pernah diceritakan dalan sebuah karya sastra terkenal (Novel) karya Buya Hamka (KH. Abdul Malik Karim Amrullah) dengan judul Novel ‘Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck’

Baru-baru ini novel yang menceritakan kisah cinta dengan orang anak manusia berbeda latar belakang budaya dan tradisi ini diangkat dalam film layar lebar dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat, khususnya bagi para pencinta film tanah air.

Bagi sebagian masyarakat mungkin ada yang belum paham dan beranggapan bahwa kapal tersebut hanya sebuah nama fiktif yang ada dalam sebuah novel, padahal kapal ini benar-benar ada dan menjadi catatan sejarah Indonesia.

Kisah Dan Sejarah Kapal Van Der Wijck
Kapal ini diambil dari nama seorang Jendral pada masa pemerintahan Hindia Belanda yaitu Jonkheer Carel Herman Aart van der Wijck yang lahir pada 29 Maret 1840

Pria kelahiran Ambon itu kemudian diangkat sebagai Gubernur Jendral oleh Ratu Emma van Waldeck-Pymont dan memimpin antara tahun 17-10-1893 s/d  tahun 03-10- 1899 kemudian meninggal pada usia 74 tahun tepatnya pada 08-07-1914.

Pada tahun 1921 pemerintahan Belanda mengabadikan nama Jendral ini sebagai nama kapal mewah milik perusahaan Pemerintahan Belanda Koninklijke Paketvaart Maatschappij, sebauh perusahaan pelayaran Kerjaan yang berkedudukan hukum di Amsterdam Belanda tapi berkantor pusat di Batavia atau Jakarta saat ini.

Kapal itu dibangun oleh Maatschappij Fijenoord 1921 dengan berat kapal kurang lebih 2500 ton dengan lebar 13,5 meter. Kapl dengan sebutan ‘The Seagull’ karena keanggunanannya itu mengambil rute Belanda.

Van Der Wijck beroparasi dibawah Perusahaan Koninklijke Paketvaart Maatschappij yang mulai beroperasi sejak tahun 1888 sampai pada tahun 1960, namun kemudian terkena Nasionalisasi pemerintah dan masuk dalam pelayaran Nasional yang saat ini bernama PELNI (Pelayaran Nasional Indonesia)

Penyebab Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Pelayaran terakhir kapal Van Der Wijck diketahui berlayar dari Bali menuju semarang setelah sebelum singgah di Surabaya. Kemudian pelayaran dilanjutkan, tapi ketika sampai di sekitar wilayah perairan Lamongan, tepatnya jarak sekitar 12 mil dari pantai Grondong kapal mengalami musibah dan tenggelam

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 10-10-1936 dan menewaskan 4 orang penumpang dan 49 lainnya dinyatakan hilang. Jumlah keseluruhan penumpang berjumlah 187 orang, 39 orang berkebangsaan Eropa dan sisanya 80 orang yang tercatat sebagai ABK warga pribumi serta seorang Kapten dan 11 perwira beserta lima orang pembantu kapal.

Untuk mengenang peristiwa itu kemudian pemerintah Belanda mendirikan sebuah monumen dengan tinggi kurang lebih 15 meter yang terletak di  kantor pelabuhan Lamongan tepatnya di pelabuhan Brondong.

Adapun peneyebab tenggelamnya kapal Van Der Wijck hingga saat ini memang belum ditemukan catatan pasti, bisa jadi karena adanya kerusakan pada mesin kapa bertenaga uap tersebut.

Advertisement
KOMENTAR ANDA